Perjanjian Mengenai Kawasan Damai, Bebas, dan Netral di ASEAN adalah?

Soal

Perjanjian mengenai Kawasan Damai, Bebas, dan Netral di ASEAN adalah?
a. Treaty of Amity and Cooperation in South East Asia
b. Perjanjian Kawasan Bebas Nuklir
c. Komunitas Keamanan ASEAN
d. Zone of Peace, Freedom, and Neutrality (ZOPFAN)

Jawaban Perjanjian mengenai Kawasan Damai, Bebas, dan Netral di ASEAN yaitu Zone of Peace, Freedom, and Neutrality (ZOPFAN) (D)

Pembahasan

Alasan dan Tujuan ZOPFAN, Hingga Peran Indonesia Terhadapnya

Merupakan singkatan dari Zone of Peace, Free, and Neutrality Declaration, alasan dan tujuan ZOPFAN ini diajukan pertama pada tahun 1977. Tepatnya ketika KTT ASEAN II, negara yang mengajukannya adalah Malaysia.
Pada dasarnya ZOPFAN ini adalah suatu deklarasi antar kawasan ASEAN, bertujuan menciptakan keamanan maupun stabilitas regional. Detailnya, berikut adalah pembahasan tentang tujuan, alasan, berikut peran Indonesia terhadapnya.

Alasan dan Tujuan ZOPFAN, Ciptakan Kawasan Bebas, Netral, Hingga Damai

Deklarasi ini kerap juga disebut dengan Deklarasi Kuala Lumpur. Hal ini berhubungan dengan lokasi penandatanganannya. Tepatnya di Kuala Lumpur, Malaysia, pada tanggal 27 November tahun 1971.
Alasan dan tujuan ZOPFAN utamanya adalah menjadikan kawasan South East Asia, menjadi zona bebas serta damai. Lilik Salamah dalam analisanya menyebutkan tujuan lain deklarasi tersebut. Intinya untuk mengatasi intervensi asing.

Lebih lanjut, deklarasi tersebut bertujuan juga menjadikan Asia Tenggara menjadi kawasan damai, netral, serta bebas. Sehingga kualitas hingga kemakmuran negara-negara yang tergabung dalam ASEAN juga akan meningkat.
Deklarasi tersebut menjadi satu dari beberapa kerja sama antar negara dalam zona ASEAN. Memiliki fokus utama mengatasi masalah keamanan serta politik Asia Tenggara. Namun Asia Pasifik termasuk dalam bagian ZOPFAN tersebut.

Hal ini mengutip situs Kemenlu, mengenai deklarasi yang tidak terbatas hanya untuk negara di Asia Tenggara. Pada penerapannya sendiri, deklarasi ini melibatkan juga keterlibatan negara besar untuk menangani masalah keamanan.
Berbagai negara besar ini turut dilibatkan ketika ada masalah keamanan di kawasan Asia Tenggara. Nantinya berperan juga sebagai voluntary self-restraints atau menahan diri secara sukarela.

Alasan dan tujuan ZOPFAN lainnya adalah menangkal pengaruh asing yang sengaja maupun tidak mencampuri politik maupun keamanan. Sehingga peran deklarasi juga mempermudah setiap negara tergabung dalam ASEAN dalam melanjutkan pembangunannya.

Peran Indonesia dalam Mewujudkan Deklarasi ZOPFAN

Peran Indonesia dalam Mewujudkan Deklarasi ZOPFAN

Pada pembahasan sebelumnya, dijelaskan apabila kekuatan luar mampu memberi banyak pengaruh ke kawasan ASEAN. Termasuk deklarasi diharapkan mampu mengatasi berbagai masalah akibat adanya Perang Dingin.
Perang Dingin ini menjadi salah satu alasan dan tujuan ZOPFAN disetujui oleh negara-negara tergabung dalam ASEAN. Sehingga South East Asia tidak terpengaruh perseteruan tersebut, maupun masalah asing lainnya.

Indonesia sendiri dapat dibilang menjadi salah satu negara yang memberi cukup banyak peran di dalamnya. Contohnya sebelum deklarasi resmi, hal terebut hanyalah berbentuk kerangka kerja sama, khususnya di bidang politik.
Kerangka ini telah diangkat pada KTT I ASEAN. Pelaksanaan KTT I ini adalah di Bali, tanggal 23 hingga 24 Februari tahun 1976. Singkatnya Indonesia merupakan tuan rumah yang mendukung keberadaannya.

Pada KTT pertama tersebut, dihasilkan juga traktat bernama TAC. Merupakan suatu traktat mengenai persahabatan hingga kerjasama. Sehingga nantinya mendukung deklarasi juga, karena traktat mengatur hubungan antar negara di Asia Tenggara.
Sekilas informasi, Indonesia dalam dalam ASEAN juga memberikan peran dalam pembentukan SEANWFZ, berhubungan dengan kawasan bebas nuklir. Selanjutnya berperan juga dalam meredakan ketegangan politik akibat konflik Indocina.

Dapat disimpulkan ZOPFAN merupakan suatu deklarasi yang diciptakan untuk memberi keamanan maupun stabilitas, khususnya di kawasan South East Asia. Namun dalam pelaksanaannya juga mencakup kawasan Asia Pasifik.
Negara besar atau Major Powers turut berperan ketika terjadi masalah keamanan dalam kawasan tersebut. Indonesia sendiri tentunya turut berperan dalam pembentukan deklarasi yang diajukan pada KTT ASEAN II ini.

Selain itu, karena kekuatan luar juga mampu mempengaruhi keadaan politik maupun keamanan dalam ASEAN, maka diciptakan deklarasi tersebut. Sehingga alasan dan tujuan ZOPFAN juga mampu menangkal pengaruh dari luar.

Leave a Reply

Your email address will not be published.